Indonesianodds - Indonesianodds

Blackjack Technique_Ranking of Asian Bookmakers_Baccarat Dragon_Baccarat Super and How to Play

  • 时间:
  • 浏览:0

AAmerican gambAmerican gamblinglingMerican gamblingkamAmerican gamblingu: “Enggak, Mbak. Saya pinter masak.”

Karena setelah menikah kamu gak diperbolehkan cerai atau berpoligami, pacaran itu menjadi masa penting di mana pasangan saling mengenal satu sama lain.

Sancta Maria, Mater Dei, ora pro nobis peccatoribus, nunc et in hora mortis nostrae. Amen.

Lalu, tiba-tiba suster nongol… heuheuheu. Benar-benar romantisme yang membuat rindu.

Jangan alergi dulu sama kata ‘minoritas’. ‘Minoritas’ disini tidak berkonotasi buruk. Nyatanya, tinggal di negeri yang penduduknya didominasi oleh umat Muslim itu gak menjadikanmu tersisih atau disisihkan, kok. Kamu memang berbeda, tapi tidak dibeda-bedakan.

Kamu yang mau menikah secara Katolik mesti siap ribet dengan menjalani beberapa proses, seperti kursus persiapan pernikahan dan penyelidikan kanonik untuk memastikan apakah kedua mempelai layak buat menikah. Persiapan pernikahannya sendiri bisa memakan waktu sekitar 3 bulan. Karena menikah berarti gak boleh lagi berpindah ke lain hati.

Atau ‘non-Islam’, yang kadang disingkat ‘nonis’ atau ‘noni’. Lha, terus kalo kamu mas-mas gimana tuh? Masa dipanggil ‘noni’ juga? Imut banget.

Padahal, doa sebelum makan gak mesti lama sih, tergantung kamunya juga mau melafalkan apa dan berterima kasih untuk apa. Bikin tanda salib doang juga cukup kalo kamu udah laper banget.

Jadi penganut Katolik di negeri tercinta ini memang kaya dengan lika-likunya. Nah, kalo kamu, apa yang kamu banggakan sebagai seorang Katolik?

Kamu yang dibaptis dewasa pasti paham gimana rasanya mesti minta tanda tangan Romo atau Pastor seusai ibadah mingguan, menghadiri kelas Katekumenat sampai puluhan kali pertemuan, lalu mempersiapkan diri menerima sakramen baptis. Bagi yang baptis bayi, kamu bahkan gak ingat kapan kamu baptis, hehehe.

Proses penempaan, ujian, dan seleksi iman diberlakukan di setiap sendi Katolik. Termasuk menjadi pelayan Tuhan sebagai pastor, bruder dan suster. Belajar agama secara lebih intensif dari yang lainnya gak serta-merta menjadikanmu pemuka agama Katolik; perlu proses panjang untuk semua itu. Dan dalam prosesnya, banyak juga yang mundur.

Karena kedamaian dan cinta cuma bisa diterima dengan pikiran yang terbuka.

Kalau di Islam ada bacaan-bacaan shalat seperti doa iftitah dan tahiyat. Dalam Hindu ada doa tri sandya. Di agama Kristen Katolik, ada juga doa-doa yang harus kamu hapal. Antara lain: doa Bapa Kami, Salam Maria, dan Aku Percaya. Yang lain sih, sambil nyontek buku juga gak papa. Hehehe.

Gereja memang menghimbau bahwa perkawinan sebaiknya terjadi di antara sesama penganut Katolik. Pertimbangannya klasik: iman anak-anak yang dihasilkan oleh pernikahan itu nanti, serta persetujuan kedua belah keluarga. Di sisi lain, Gereja Katolik tetap mengakui hakmu untuk menikah dengan siapapun yang kamu cintai. Gereja pun mengakui bahwa adalah hak masing-masing orang untuk mempertahankan agamanya. (Sumber)

Sejak dini, kamu belajar makna toleransi. Manusia itu sebenarnya gak perlu dikotak-kotakkan! Yang perlu kotak itu nasi.

Setelah sebelumnya Hipwee mengulas tema yang sangat “Indonesia” — seperti rasanya hidup di Jakarta, kisah hidup orang Jawa, Batak, serta Kalimantan, maupun perjuangan anak pesantren — gak ada salahnya kali ini kita membahas lika-liku jadi anak muda penganut Katolik di Indonesia. Yuk, langsung simak aja!

Meski menunjukkan sikap hormat di depan Salib, patung Yesus dan Bunda Maria, orang Katolik tuh gak menyembah berhala. Itu adalah karena umat Katolik menghormati pribadi yang digambarkan oleh patung tersebut. Penghormatan ini disebut dulia relatif, sama halnya ketika Tuhan menyuruh Musa membangun patung ular. (Sumber)

“Mau dibawa ke mana, hubungan kitaaa~”

Ya, kami sama-sama Kristiani, sama-sama pengikut Yesus Kristus. Tapi, ada beberapa perbedaan mendasar Katolik dan Protestan, contohnya tentang hidup selibat, tata cara ibadat dan upacaranya, hierarki kepemimpinannya, maupun kitab sucinya. Meski sama-sama Alkitab, kitab suci Katolik lebih tebal dari Protestan.

Ciri khas lain dari penganut Katolik adalah selalu membentuk tanda salib pada saat memulai dan selesai berdoa. Dimulai dari kening, dada, lalu bahu kiri dan kanan. Mereka yang beriman bukan Katolik kadang suka penasaran, akhirnya kamu dengan senang hati menjelaskan.

Sebagai non-Muslim, kamu ternyata cukup fasih mengucapkan ‘Assalamualaikum’, ‘Bismillahirrahmanirrahim’, ‘Alhamdulillah’, ‘Astagfirullah’, ‘Insya Allah’, dan sebagainya. Bahkan, beberapa dari kamu juga hafal kalimat syahadat.

Miris rasanya jika melihat perbedaan dijadikan alat buat menjelek-jelekkan saudara sebangsa. Jika agama yang kita anut mengajarkan kebaikan, kenapa kita gak menunjukkannya lewat perbuatan? Toh, karena Tuhan jugalah perbedaan itu ada, ‘kan?

Ave Maria, gratia plena. Dominus tecum. Benedicta tu in mulieribus, et benedictus fructus ventris tui, Iesus.

Kamu diperbolehkan pergi ke luar kelas selama pelajaran berlangsung. Akhirnya kamu nongkrong aja deh di kantin sekolah. Konsekuensinya: ketika siswa lain pulang cepat di hari Jumat, kamu punya jam pelajaran tambahan.

Kamu: *Duduk bareng temen-temen di meja makan* *Bikin tanda salib, memejamkan mata, hening* (1 menit kemudian…) *bikin tanda salib lagi sambil buka mata* “WOY, MAKANAN GUE SIAPA YANG NGEMBAT, WOYY!!”

Kalo kamu kebetulan (pernah) bersekolah atau punya pacar di SMA khusus putri seperti SMA Tarakanita di Jakarta maupun SMA Stella Duce di Yogyakarta, kamu mungkin mengalami romantisme ini: menjemputnya seusai jam pelajaran di gerbang sekolah atau ngapelin ke asrama sampai kadang diusir suster.

Dispensasi atau konvalidasi ini tentu tak akan banyak membantu ketika keyakinan pacarmu mutlak tak merestui nikah beda agama. Hmmmm… *mendadak galau lagi*

Gua Maria selalu bisa menjadi tempat kalian untuk “pulang”, pulang dari gemerlap duniawi sejenak dan kembali mempererat batin dengan Tuhan lewat Bunda Maria. Adakah kencan yang lebih indah dari berdoa berdua dengan orang yang kamu cinta?

Menjadi pelayan Kristus dan memanggul salib-Nya dalam kehidupan sehari-hari memang gak mudah. Tapi, justru perjuangan itulah yang pada akhirnya membuatmu bangga.

Ya…gimana ya? Orang mau memeluk Katolik aja ribetnya kayak gitu. Cuma yang benar-benar terpanggil yang bisa bertahan sampai menerima sakramen baptis dan menjadi pemeluk Katolik yang utuh.

Agama Katolik sudah menganyam sejarah panjang di Indonesia, semenjak pertama kali dibawa bangsa Portugis ke Maluku pada abad ke-16. Hasilnya, Katolik kini udah menyebar ke seluruh Nusantara dan jadi salah satu agama besar kayak yang kita kenal sekarang.

Yohanes, Paulus, Vincentius, Maria, Elisabeth, Cecilia… gawl (pake ‘w’) ‘kan? Itulah salah satu ciri khas orang Katolik, kamu punya nama keren yang sedikit mencolok sebagai nama baptis. Terutama buat kamu yang asli Jawa: nama baptis bisa membuat namamu yang ‘tradisional’ jadi sedikit internasional. Mungkin kamu lebih pede memperkenalkan diri sebagai ‘Vincent’ daripada ‘Tukijan’? (Nama lengkap: Vincentius Tukijan)