Indonesianodds - Indonesianodds

Sorong (Indonesia) Casino_Baccarat Casino_Basic Baccarat Play

  • 时间:
  • 浏览:0

“Kim bWiWilliam Hill Applliam Hill Apperobat di rumah William Hill Appsakit setelah merasakan ada yang aneh di tubuhnya. Dia kemudian didiagnosa kanker nasofaring,” kata agensi Kim Woo Bin, Sidus HQ, seperti dilansir Yonhap – (tribunnews.com)

Seperti penyakit kanker pada umumnya, kanker tenggorokan atau yang disebut dengan kanker nasofaring memiliki tahapan stadium 1 hingga 4. Penyakit ini masuk dalam kategori penyakit langka dan ganas. Yang lebih mencengangkan lagi, Kim menderita kanker nasofaring di usianya yang baru menginjak 27 tahun. Sebenarnya, bagaimana penyakit ini menyerang manusia dan apa saja yang bisa kita lakukan agar jangan sampai menjadi korban selanjutnya? Simak ulasan Hipwee Tips berikut ini.

Intinya sih, mumpung masih muda, menerapkan gaya hidup sehat demi investasi kesehatan jangka panjang nggak akan ada ruginya. Dan untuk Kim Woo Bin, semoga lekas sembuh ya, Oppa!

Buatmu korean lovers, kabar mengenai Kim Woo Bin yang divonis terkena penyakit kanker tenggorokan tentu cukup mengagetkan sekaligus membuat sedih. Bagaimana tidak, kabar ini tersiar di saat Kim sedang berada di puncak karirnya. Alhasil, beberapa pekerjaannya harus rela ditunda untuk sementara waktu, termasuk project film terbarunya berjudul Wiretrap yang rencananya akan mulai syuting bulan Juni mendatang. Kabar baiknya, kanker yang diderita Kim Woo Bin masih berada pada stadium awal sehingga langsung bisa ditangani. Syukurlah, harapan bagi aktor tampan ini untuk sembuh masih tinggi.

Kanker nasofaring sendiri merupakan jenis kanker yang tumbuh di rongga belakang hidung dan belakang langit-langit rongga mulut. Penyebaran kanker ini dapat berkembang ke bagian mata, telinga, kelenjar leher, dan otak. Risiko tinggi penderita penyakit ini biasanya dimiliki oleh laki-laki di bawah 55 tahun, atau adanya keluarga yang menderita kanker tenggorokan ini, karena kanker nasofaring juga merupakan jenis kanker yang diturunkan secara genetik.

Dibilang langka karena hanya ada 1 dari 100.000 orang di Amerika Utara berpotensi terkena penyakit ini. Parahnya, di negara-negara Asia, angka ini bisa lebih besar karena kanker nasofaring banyak dijumpai pada orang-orang ras mongoloid, yaitu penduduk Cina bagian selatan, Hong Kong, Thailand, Malaysia, juga di daerah India. Bahkan di Indonesia sendiri, kanker nasofaring masuk dalam kategori penyakit paling ganas keempat sesudah kanker rahim, kanker payudara dan kanker kulit. Lain halnya untuk ras kulit putih, dimana penyakit ini jarang ditemui.

Begitu merasakan ada yang tidak beres dengan tubuhnya, Kim langsung memeriksakan diri ke dokter sampai kemudian mendapatkan diagnosa terkena kanker nasofaring stadium 1. Insting cepat tanggap terhadap apa yang sedang dialami oleh tubuhnya sangat perlu ditiru. Mengingat banyak orang mengetahui mengidap kanker saat sudah kronis alias stadium akhir. Kalau sudah begini, semua perawatan yang dilakukan bukan lagi untuk menyembuhkan, tapi lebih kepada membantu daya tahan tubuh untuk menyerang penyakit yang diderita.

Virus epstein bar jadi salah satu pemicu munculnya kanker nasofaring. Penyebaran virus ini rata-rata melalui oral, termasuk penggunaan alat makan bersama. Saat virus ini menginfeksi tubuh, pada kondisi yang akut, tubuh seseorang akan merasakan benjolan pada bagian leher, penurunan daya tahan tubuh, demam, dan berat badan yang berkurang. Selain itu, kebiasaan buruk yang jadi penyebab kanker nasofaring adalah tingkat polusi yang tinggi, seringnya mengonsumsi makanan yang diawetkan, termasuk juga pengaruh dari unggas.