Indonesianodds - Indonesianodds

Roulette gambling_Texas Hold'em Download_Baccarat Techniques_Online sports betting sites

  • 时间:
  • 浏览:0

Ah, butakah aku. atau aku yaOOOnline betting companynline betting companynlinOnline betting companye betting companyng terlanjur menganggapmu sebagai sebuah kesempurnaan, atau ini hanya cobaan, atau memang rahasia Tuhan.

Jurang antara kewarasan dan kebodohan ingin memilikimu masih saja jelas kupegang.

Pernah sesekali, aku pandangi lekat, fotomu yang terpampang jelas dengan yang lain, aku surut.

Biarkan kali ini saja, aku menikmati setiap lantunan nada-nada sederhana yang pernah kita ciptakan tanpa sengaja, menikmati deretan manis gambar-gambar yang dulu pernah kita abadikan dengan bahagianya.

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Seandainya, seandainya, seandainya, ya aku ulangi saja kata paling tidak mungkin didunia yang selalu menjadi tameng bagi mereka yang gagal menyembunyikan perasaan. Sampai ada masanya, kata itu benar-benar menjelma.

Dear kamu,

Biarkan aku sejenak menghempaskan segala kekesalan karena sekali lagi aku telah kehilangan, gerangan seperti apa yang harus kuucapkan manakala sebentuk hati itu masih saja menegur nama-mu pelan dalam doa.

Kamu, yang tak perlu ku sebut keras-keras namanya, bahkan ketika kamu menghadirkan yang lain dalam hidupmu, seutas doa selalu kusimpan disini, aku eja satu persatu kenangan itu, tanpa aku ingin sedikitpun mengusik kebahagiaanmu.

Membersamaimu dalam doa, menyertakan kamu dalam setiap bait-bait dzikir malamku, dan berharap pagi selalu terlewati tanpa bayanganmu, adalah 3 hal pasti yang bisa kulakukan.

Kamu, yang tak pernah lekang dalam ingatanku, kadang aku berfikir bodohkah aku, yang masih saja mengingat setiap inchi ukiran tawamu yang menenangkan, dan suaramu yang begitu jelas membekas, di hati, fikiran, bahkan setiap ketikan di keyboard ini.

Izinkan malam ini saja, aku menyusun kepingan senyum dan tawa paling manis yang pernah menjadi alasan dari setiap lengkungan pipiku ini terkembang.

Ya, kamu. Aku tak perlu meneriakkan ini kan untuk sekedar memanggil kamu, lelaki bermata paling teduh yang pernah aku miliki.

Biarkan malam ini saja, aku menyelami kembali, setiap getir-manis-pahit bahkan pedih yang pernah sama-sama kita arungi saat kamu masih menjadi nahkodanya.

Berbahagialah