Indonesianodds - Indonesianodds

3「Baccarat Mobile Download」 Fenomena Langit Malam Ini, Ada Puncak Hujan Meteor Perseid September Halaman 2

  • 时间:
  • 浏览:0

"HBaccarat MobilBaccarat Mobile DowBaccarat Mobile Downloadnloade Downloadujan mBaccarat Mobile Downloadeteor ini dapat disaksikan menggunakan mata biasa selama cuaca cerah, langit bersih, bebas polusi cahaya dan penghalang yang menghalangi medan pandang," kata dia.

Baca juga: Meteor Jatuh di Gunung Merapi, Begini Proses Terjadinya Hujan Meteor

Ketampakan senja ini akan berakhir pada bulan Oktober, yang ditandai oleh konjungsi inferior Merkurius yakni ketika Merkurius berada di depan Matahari jika diamati dari Bumi. 

Sementara, kelajuan hujan meteor ini mencapai 230.400 km/jam. 

Pada hari yang sama, Bulan akan berkonjungsi dengan Merkurius pada pukul 03.18 WIB, tanggal 9 September 2021.

"Ketampakan Merkurius ketika senja ini akan mencapai titik tertinggi selama tiga hari sejak tanggal 9-11 September 2021 untuk seluruh wilayah Indonesia," ujarnya.

Ia menambahkan, mengingat ketinggian titik radian tertingginya di Indonesia berkisar 24 derajat-25 derajat, maka intensitas maksimumnya 2 meteor per jam. 

Andi mengatakan, fenomena ini dapat disaksikan dari arah Barat sejak 20 menit setelah terbenam Matahari selama 75 menit. 

Baca juga: Apa Itu Konjungsi Bulan?

Baca juga: 5 Fakta Merkurius, Planet Terdekat dengan Matahari

Sudut pisah Bulan-Merkurius bervariasi antara 7,1 derajat hingga 7,5 derajat. 

Kendati berkonjungsi pada dini hari tadi, Andi berkata, fenomena ini baru dapat disaksikan 20 menit setelah terbenam Matahari selama 75 menit dari arah Barat.

"Di dekat Merkurius, terdapat Venus dan Spica yang tampak berkonjungsi dengan sudut pisah 4,4 derajat, sehingga fenomena ini disebut juga konjungsi kuartet Bulan-Merkurius-Venus-Spica," jelasnya.

Sejak bulan Agustus silam, Merkurius sudah muncul ketika senja. Hal ini ditandai dengan konjungsi superior Merkurius yakni ketika Merkurius berada di belakang Matahari jika diamati dari Bumi. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

"Fenomena ini terjadi sebelum Merkurius mencapai elongasi timur maksimum, yakni ketika posisi Merkurius berada paling timur jika ditinjau dari sumbu Z bidang ekliptika," ucap dia.

Bulan berfase sabit awal dengan iluminasi 7,2 persen hingga 7,5 persen sedangkan magnitudo Merkurius cenderung konstan sebesar +0,13.