Indonesianodds - Indonesianodds

Indonesian Football Handicap Analysis_Baccarat platform_How to play baccarat_Football Handicap Analysis

  • 时间:
  • 浏览:0

MBBaccarataccaratasa keciBaccaratl adalah masa yang paling bahagia, katanya. Mungkin ada benaBaccaratrnya juga. Sebab semasa kecil, kita nggak pernah tahu segala urusan orang dewasa yang begitu runyam dan kelam (seperti hubunganmu dengan pacarmu). Ya, masa kecil kita terbebas dari segala urusan tersebut. Bahkan, kita bebas untuk melakukan banyak hal. Yang ada di otak anak-anak hanyalah main, main, dan main.

Ada satu hal yang mungkin nggak akan dialami oleh anak-anak zaman sekarang. Telapak kaki terluka akibat mandi di kali. Ya, anak zaman sekarang aja mainannya gadget, mana pernah mereka main-main ke sungai? Buat kamu anak generasi 90-an, pasti pernah dong, main ke kali, mandi, mancing, dan pulang-pulang udah banyak bekas luka di kakimu?

Kesusupan sesuatu ke dalam jari tangan atau kaki tentu menjadi hal yang biasa dan sangat menyebalkan ketika kita kecil dulu. Meskipun sudah susah payah untuk dicabut, kita masih merasa seperti belum tercabut. Sakitnya terus membayangi gitu, deh. Kayak mantan. :p

Main lari-lari, kejar-kejaran, hingga jatuh-jatuhan, pasti pernah kamu lakukan di masa kecilmu. Rasanya udah bahagia banget bisa melakukan hal itu bersama teman-teman. Sepulang dari main, nggak jarang ada luka di tanganmu yang tersisa. Ya, karena jatuh, baret semua deh tanganmu. Sakit? Perih? Iya. Tapi tetap bahagia. Namanya juga anak-anak.

Mungkin ini menjadi luka default buat cowok; luka di lutut. Mungkin juga ini awal mula cowok bisa dibilang selalu salah. Bagaimana nggak, mempunyai luka di dengkul ini membuat cowok merasa serba salah. Kalau kita melipat lutut, luka akan semakin besar. Tapi kalau kita meluruskan kaki, luka juga akan semakin sakit. Serba salah deh! Ya, nggak sih?

Masa kecil adalah masa yang paling bahagia. Ada hal-hal di masa kecil yang akan selalu kita bawa hingga dewasa. Salah satu hal yang akan selalu kita bawa dan kita kenang adalah luka-luka yang pernah kita dapatkan setelah pulang dari bermain dengan teman-teman sebaya. Luka-luka ini adalah rekaman akan kebahagiaan masa kecil kita dulu, bukan begitu?

Kalau dipikir-pikir, agak aneh juga sih ya, kok bisa jari kaki masuk ke dalam jeruji sepeda? Biasanya ini terjadi ketika kamu bonceng sepeda temanmu yang nggak ada tempat duduk atau boncengannya. Jadi, kamu hanya berdiri di atas jalu atau pijakan, tepat di belakang temanmu yang mengayuh sepeda. Entah karena girangnya berboncengan, kamu jadi lupa sama kakimu deh. Pulang-pulang, udah berdarah aja kakimu. Biasa.

Entah kenapa, saat kita kecil, suka banget sama yang namanya nendang. Entah kamu pengen jadi pemain bola atau bagaimana, apapun yang ada di depan mata bawaannya pengen ditendang melulu. Sampai-sampai, kamu juga menendang batu atau kaleng ketika berjalan. Akibatnya? Kuku jempolmu menjadi korban, dia copot dari tempatnya.

Nah, seperti itulah bahagianya anak-anak zaman dulu, khususnya generasi 90-an yang punya petualangan hebat sebelum mengenal gadget. Kalau kamu udah mengalami semua luka-luka ini, berarti masa kecilmu petakilan tapi juga membahagiakan. Tapi dengan begitu, bukan berarti kamu akan bisa dengan mudah melewati luka karena patah hati lho, ya!

Masih ingat nggak sama istilah Bimoli alias bibir monyong lima centi? Ini biasanya bakal keluar dari mulut temanmu karena kamu abis jatuh, dan bibirmu jadi jontor. Entah bagaimana ceritanya bibirmu bisa jontor. Entah kamu jatuh atau entah disengat serangga ketika bangun tidur. Biasa.

Padahal kita sering diwanti-wanti buat jauh-jauh dari motor yang baru aja diparkir. Atau bahkan, motor yang nggak diparkir aja bisa bikin betis melepuh dan bonyok kena knalpotnya. Lalu pertanyaannya adalah, berapa banyak bonyok yang pernah ada di betismu? Yakin deh pasti ada banyak orang yang punya bekas luka ini. Mau sehati-hati apapun, pasti ada kalanya kita kena knalpot.