Indonesianodds - Indonesianodds

Atap Bocor hingg「Baccarat betting skills」a AC Tua, Renovasi Kantor PM Malaysia Capai Rp 131 Miliar

  • 时间:
  • 浏览:0

MuBaccarat bettBaccarat betting skillsing skillsbaccarat betting skillshyiBaccarat betting skillsddiBaccarat betting skillsn Yassin juga mengatakan, PMO menyarankannya untuk membeli beberapa perabot, karena sebagian besar diduga milik perdana menteri ke-6, Najib Razak, dan dibawa pergi.

PUTRAJAYA, KOMPAS.com - Mantan perdana menteri Malaysia Muhyiddin Yassin terungkap menghabiskan total 38,5 juta ringgit (Rp 131,6 miliar) untuk merenovasi kantor PM atau yang biasa disebut Seri Perdana.

Pada catatan akhir, Muhyiddin Yassin menulis, “Sebagai catatan, saya tidak pernah tinggal di Seri Perdana selama menjabat sebagai perdana menteri.”

Oleh karena itu, dia mengatakan bahwa departemen dapat langsung memberikan penjelasan kepada masyarakat juga, yang mengkritik besarnya dana renovasi.

Baca juga: Survei PDRM: 9 dari 10 Gadis Remaja di Malaysia Kecanduan Seks

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Baca juga: Malaysia Tunjuk Mantan PM Muhyiddin sebagai Ketua Dewan Pemulihan Virus Corona

Muhyiddin Yassin melanjutkan, Departemen Pekerjaan Umum dan staf PMO mengawasi keseluruhan proyek renovasi Seri Perdana.

Baca juga: Resmi Mundur, Ini Kata-kata Terakhir Muhyiddin sebagai PM Malaysia

Selain itu, dia juga diberitahu bahwa kabel, penerangan, dan alat-alat elektronik seperti AC perlu diperbaru karena sudah terlalu tua.

Dia menyebut tingginya biaya karena luas Seri Perdana lebih dari 56.000 kaki persegi.

Melalui akun Twitter-nya, Muhyiddin mengatakan bahwa pada Maret 2020 ia menerima laporan dari Kantor Perdana Menteri (PMO) terkait kerusakan fisik di Seri Perdana yang berlokasi di Putrajaya.

Kerusakan tersebut antara lain kebocoran, sistem penerangan yang sudah usang, atap yang tua dan rusak, serta lantai yang perlu diperbaiki.

Dikatakan bahwa kebocoran atap dan sistem perpipaan juga menyebabkan furnitur yang sudah terpasang seperti lantai kayu, panel dinding, dan langit-langit rusak.

“Seorang ahli mengatakan seluruh bangunan harus dipasang ulang karena Seri Perdana berusia lebih dari 20 tahun dan berisiko kebakaran.”

“Keputusan merenovasi Seri Perdana adalah untuk melestarikan gedung pemerintahan yang melambangkan kepala pemerintahan dan citra negara ini. Jika tidak direnovasi, bangunan peninggalan pemerintah ini akan semakin rusak di masa depan.”