Indonesianodds - Indonesianodds

Entertainment casino_Baccarat is full of leisure_Professional betting

  • 时间:
  • 浏览:0

Nasib berubah ketika ia membaca sebuah artikel di dunia maya. Meski tak serta mengobati, namun ada satu tanaman yang bisa meringankan sakit sang istri; Ganja. Ia tahu ganja berstatus ilegal di negara ini. Namun demi menolong sang istri, Yeni Riawati, pria bernama lengkap Fidelis Ari ini nekad menanam ganja di pekarangan rumahnya. Setelah mengonsumsi ekstrak ganja, Yeni pun kembali ceria. Tidurnya lebih lelap, makannya lahap dan Yeni pun bisa kembali memberikan senyumnya untuk keluarga. Sayangnya, kisah ini tidak berakhir bahagia…

Kalau bicara soal ganja, pro-kontranya memang sudah jadi masalah sedari dulu. Ada banyak pihak yang menginginkan ganja agar tetap jadi ilegal. Opini tersebut didasari kekhawatiran akan disalahgunakan jika ganja dilegalkan. Namun banyak juga yang sudah mengakui bahwa ganja punya manfaat bagi dunia medis. Berdasarkan laporan US National Library of Medicine, manfaat positif ganja. ternyata cukup besar. Diantaranya:

Kali ini takdir benar-benar menunjukkan sisi gelapnya. Baru 33 hari Ari masuk bui, kabar duka sampai di telinganya. Istri tercintanya yang selama ini ia rawat dengan bertaruh kebebasan, menghembuskan nafas terakhir saat Ari tak bisa menemani di sampingnya. Usahanya selama ini bisa dibilang sia-sia. Ia rela menanggung risiko besar dengan menanam ganja demi mengobati sang istri, namun nyawa sang istri tercinta tetap tak tertolong juga.

Dari segi hukum, kasus semacam ini memang dilema yang susah untuk diputuskan. Fakta bahwa Ari menanam dan memproduksi ganja jelas-jelas melanggar undang-undang. Polisi tak salah memperkarakan kasusnya. Namun di sisi kemanusiaan, Ari hanya menggunakan daun cannabis tersebut untuk mengobati istrinya. Tidak untuk mengonsumsi, apalagi menjualnya. Siapa sih yang terenyuh dengan kisahnya? Hukum memang tak pandang bulu. Hanya ada hitam dan putih, salah dan benar, jika berbicara soal hukum. Kalau menurut kamu sendiri, kasus Fidelis Ari ini bagaimana?

Sebenarnya, polisi pun sudah tahu kalau Ari tidak mengonsumsi ganja. Hasil tes menunjukkan bahwa ia bukan pengguna narkoba. Laporan dari keluarga dan orang-orang terdekat pun semua sama; Ari menggunakan ganja itu untuk mengobati istri tercintanya. Sayangnya seiba dan semengerti apapun polisi, fakta 39 batang ganja di rumahnya tak bisa diubah begitu saja.

Istrinya mengidap penyakit langka yang bahkan namanya saja susah untuk dilafalkan, Syringomyelia — Sebuah kondisi di mana muncul kista di sumsum tulang belakang pengidapnya. Istrinya tak lagi bisa ceria. Ah, jangankan ngomong soal ceria. Makan dan tidur saja susah. Tak ayal kondisi ini menyayat hati Ari. Ia berusaha mencari obat ke sana ke mari namun hasilnya nihil.

Sedih dan kecewa itu pasti. Niatnya mengobati sang istri dihalangi jeruji besi.

Sebagai sosok suami, besarnya cinta Ari ini layak diapresiasi. Ia rela mondar mandir mencari obat bagi sakit istrinya, sampai menanam ganja yang risikonya besar ini karena tak menemukan solusi lain. Dan betul saja. Ari ditangkap polisi saat usahanya mengobati sang istri belum tuntas ia kerjakan. Ia digiring masuk bui dengan barang bukti kepemilikan 39 batang ganja.

Untungnya polisi masih bermurah hati. Mengetahui niat, tujuan dan cerita ganja milik Ari, 27 Maret kemarin polisi mengizinkan Ari pulang dan melihat jenazah sang Istri di rumah duka. Melihat orang yang selama ini dirawat dengan sebegitu cintanya, siapa sih yang hatinya nggak sedih? Namun Ari tetap tegar. Terutama dihadapan anak semata wayangnya yang setelah kehilangan sang ibu, harus ditinggal ayahnya yang kembali masuk penjara. Dalam pertemuan mengharukan tersebut, Ari mendekap dan mencium anak semata wayangnya sembari menguatkan sang anak tercinta.